Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2015

KEMANA DIMANA DESA

KEMANA DIMANA DESA Desaku dulu indah
Desaku dulu nyaman
Desaku dulu ramai
Desaku sekarang sepi Kemana orang-orang?
Dimana keguyuban dulu?
Kemana semua orang?
Kemana tetangga? Desaku dulu guyub
Desaku dulu ramai
Desaku sekarang sepi Kemana anak-anak bermain di saat Padhang Mbulan?
Kemana Ayah-Ayah yang ngobrol melepas lelah kerjanya.
Kemana ibu-ibu yang ngrumpi di Malam hari?
Kemana? Kemana? Kemana? Kemana dos dosan?
Kemana suramandaan?
Kemana utit-utitan? Kemana pemuda-pemudi mengaji?
Kemana pemuda-pemuda gagah desaku
Mereka pergi ke kota….. Kemana sambatan?
Kemana kerigan?
Kemana Paseduluran? Dimana Paradesa yang oleh orang disebut sebagai surga?
Paradise…. Begitulah mereka menyebutnya…
Yang dulu menjadi orang tua dari kota
Tanpa harus dituakan!!! Kemana mereka?
Mereka hanya menikmati ilusi….
Menikmati delusi….
Menikmati halusinasi…. Kota menganggap mereka penganut  animisme
Penganut dinamisme
Tanpa mengerti makna “ISME”
sedang mereka ber “litererisme”